Selamat datang di dunia di mana teknologi dan hasrat untuk perubahan, berpadu.

Kita berada di era yang penuh keajaiban, di mana kemajuan dalam Inteligensi Buatan (AI) membuka peluang tak terbatas untuk kita semua. Kita hidup di masa transisi, di mana teknologi berubah lebih cepat dari sebelumnya, dan kita berada di garis depan perubahan tersebut.

Berlandaskan prinsip Obyektif, Realis, dan Inklusif, kami percaya dalam potensi luar biasa AI untuk kita bersama. Kita melihat teknologi ini bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai katalisator untuk perubahan sosial dan budaya yang lebih besar. AI memiliki kekuatan untuk mendefinisikan kembali cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi satu sama lain. Ia memiliki kekuatan untuk membentuk kembali masyarakat kita, membuatnya lebih adil, lebih inklusif, dan lebih demokratis.

Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap individu dan komunitas mendapat manfaat dari transformasi ini. Kita tahu bahwa perubahan dapat menakutkan, dan bahwa teknologi sering kali bisa tampak asing dan tak terjangkau. Tapi kami percaya bahwa dengan pendidikan yang tepat, dengan akses yang merata, dan dengan pendekatan yang sensitif terhadap kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat, kita dapat membantu semua orang merangkul perubahan ini.

Perubahan selalu membawa tantangan. Ada hambatan untuk diatasi, ada ketidakpastian untuk dihadapi. Tapi kita juga tahu bahwa perubahan membawa peluang. Kita berada di ambang revolusi teknologi baru yang bisa membawa perubahan yang luar biasa bagi kita semua.

Jadi, bagaimana kita memanfaatkan peluang ini? Bagaimana kita memastikan bahwa semua orang mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi ini? Jawabannya terletak pada prinsip-prinsip kita: Obyektif, Realis, dan Inklusif.

Obyektif berarti bahwa kita harus berusaha untuk melihat dunia sebagaimana adanya saat ini, bukan sebagaimana yang kita bayangkan. Kita harus menerima bahwa ada tantangan yang harus dihadapi, ada masalah yang harus dipecahkan ada masa depan yang harus diperjuangkan. Dengan cara pandang yang obyektif, mungkin kita bisa melihat solusi yang tidak tampak pada pandangan pertama.

Realis berarti bahwa kita harus memahami bahwa perubahan tidak terjadi dalam sekejap. Kita harus bersabar, dan kita harus bersedia untuk bekerja keras. Kita harus mengakui bahwa perubahan membutuhkan waktu, dan bahwa kita semua harus berpartisipasi dalam proses ini.

Dan Inklusif berarti bahwa kita harus memastikan bahwa setiap individu dan komunitas mendapatkan manfaat dari kemajuan ini. Kita harus merangkul keberagaman dan memastikan bahwa teknologi ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua orang, tidak peduli latar belakang mereka, lokasi mereka, atau keadaan mereka.

Dengan prinsip-prinsip ini, kita bisa bersama mengukir masa depan yang lebih baik. Kita bisa memastikan bahwa kemajuan teknologi ini tidak hanya menguntungkan beberapa orang, tetapi menguntungkan kita semua. Bersama, kita berjalan tegak untuk masa depan yang sudah lama kita rindukan.

ACARA TERBARU
ARTIKEL TERBARU
JURNAL TERBARU
DEWAN PEMBINA
Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Sc.
Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Sc.

Lebih dikenal sebagai Noe (lahir 10 Juni 1979) adalah vokalis dan keyboardis band Letto. Noe merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Nadjib.

Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D
Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Direktur Youth Studies Centre Fisipol UGM, dan staf pengajar senior di Departemen Sosiologi UGM.

DEWAN PENGAWAS
Satriyo Wibowo
Satriyo Wibowo
DEWAN PENGURUS
Deris Frihastin Werdawati, S.Sos., M.A.
Deris Frihastin Werdawati, S.Sos., M.A.

Ketua

Anggarista Apriyanto Nugroho
Anggarista Apriyanto Nugroho

Sekretaris

Muhammad Isa
Muhammad Isa

Bendahara