Pengenalan Rencana Strategis (Renstra) untuk Organisasi Modern dengan peran AI sebagai alat bantu pengambilan keputusan

Yogyakarta, 31 Januari 2025 — Kitiran Foundation menyelenggarakan webinar bertema AI Sebagai Asisten Decision Maker, dengan tajuk: “Pengenalan Rencana Strategis (Renstra) untuk Organisasi Modern dengan peran AI sebagai alat bantu pengambilan keputusan.” Menghadirkan pembicara ahli Miranda Syevira, S. Sos. (Praktisi Pengembangan Masyarakat dan Direktur Pelaksana PT Omah Cipta Indonesia) serta Nuel Bagus Cahyanto (Praktisi AI Kitiran) sebagai moderator.

Acara ini bertujuan membahas langkah-langkah inovatif untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses bisnis dan pengembangan organisasi, sekaligus menyiapkan strategi adaptasi masyarakat menghadapi dinamika AI yang terus berevolusi.

AI sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan

Nuel, selaku pembawa acara, membuka diskusi dengan menekankan potensi AI dalam meningkatkan akurasi pengambilan keputusan melalui analisis data kompleks. Ia memperkenalkan kerangka Bloom’s Taxonomy, sebuah sistem klasifikasi tugas AI berdasarkan tingkat kompleksitas, dari tugas sederhana hingga analisis multidimensi. “Perkembangan model AI seperti GPT-3.5 ke Deepseek dan OpenAI menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan penalaran dan pengambilan data, memungkinkan AI berpikir lebih dalam sebelum memberikan solusi,” ujar Nuel.

Strategi Perencanaan Organisasi di Era AI

Miranda Syevira, praktisi pengembangan masyarakat yang berkolaborasi dengan Kitiran Foundation, menyoroti pentingnya perencanaan strategis berbasis data untuk memaksimalkan daya saing organisasi. “Kesalahan umum seperti mengabaikan keterlibatan pemangku kepentingan, menggunakan data tidak akurat, atau tidak memprioritaskan program berkelanjutan, dapat diatasi dengan pendekatan piramida strategis yang mencakup visi, misi, tujuan, dan analisis mendalam,” jelas Miranda.

Pembicara juga memperkenalkan alat-alat perencanaan strategis seperti analisis SWOT, PESTLE (faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum), serta Teori Perubahan untuk membangun kerangka logis organisasi. Selain itu, diskusi mencakup strategi keluar (exit strategy) dalam program perusahaan, seperti phase down (penurunan bertahap), phase out (akhir program setelah tujuan tercapai), dan phase over (alih kelola ke pihak lain).

Integrasi AI dengan Kontrol Manusia

Nuel dan Miranda sepakat bahwa integrasi AI memerlukan keseimbangan antara otomatisasi dan kontrol manusia. “AI dapat mendelegasikan tugas sederhana, tetapi manusia tetap memegang peran kritis dalam proses kompleks, mirip seperti penulis utama dalam penelitian,” tambah Nuel. Miranda menekankan pentingnya fleksibilitas dalam perencanaan tahunan: “Rencana strategis harus ditinjau setiap tahun dan dipecah menjadi rencana kerja (Renja) agar adaptif terhadap perubahan dinamika eksternal.”

Kitiran Foundation berkomitmen mendorong transformasi sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi dan pendekatan strategis. Dengan fokus pada pengembangan kapasitas organisasi dan adaptasi digital, Kitiran Foundation aktif menyelenggarakan program pelatihan, webinar, dan riset untuk mendukung kemajuan berkelanjutan di berbagai sektor.

Webinar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai sektor, mencerminkan antusiasme terhadap peluang dan tantangan AI di masa depan.

Kontak Media:
Kitiran Foundation
Email: info.kitiran@gmail.com
instagram: @kitiran.foundation

Artikel ini disusun berdasarkan webinar yang diselenggarakan Kitiran Foundation pada 31 Januari 2025.

Terlewat mengikuti event kemarin? Tenang, akses materi dan rekamannya tersedia disini ya! 📚